Bahasa Indonesia
English
You are here
ROLI, Robot Sahabat Bahasa dan Sastra: Ketika Robotika STEM Bertemu Linguistik Terapan dalam Kolaborasi Indonesia–Prancis
Primary tabs

.
ROLI, Robot Sahabat Bahasa: Ketika Robotika STEM Bertemu Linguistik Terapan dalam Kolaborasi Indonesia–Prancis
Program Studi Linguistik Terapan (S2), Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta
Di sebuah laboratorium di SMA Negeri 3 Yogyakarta, sesosok "robot" duduk tenang mengenakan lurik dan jarik, lengkap dengan udeng di kepalanya. Di dadanya menyala tulisan ROLI — Robot Sahabat Bahasa, Indonesia | Français. Balutan busana tradisional Jawa yang membungkus rangkaian layar sentuh, speaker, mikrofon, dan Raspberry Pi ini bukan sekadar pemanis, melainkan simbol dari semangat program RoboLingua: Robotika STEM–Linguistik Terapan, sebuah rintisan kolaborasi antara Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), SMA Negeri 3 Yogyakarta, dan Lycée Clément Ader, Prancis.
Menjembatani Dua Negara, Dua Bahasa
RoboLingua digagas oleh tim dosen Program Studi Linguistik Terapan (S2) UNY bersama mitra sekolah menengah di Indonesia dan Prancis untuk menjawab satu pertanyaan sederhana: bagaimana pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) berbasis robotik dapat sekaligus menjadi ruang belajar bahasa asing dan budaya secara autentik dan inklusif?
Jawabannya diwujudkan lewat ROLI, robot yang dirancang dan dirakit langsung oleh siswa-siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta bersama tim pendamping dari UNY. ROLI dibekali kecerdasan buatan yang mampu berbicara dan menerjemahkan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Prancis, memutar video budaya kedua negara, serta berinteraksi langsung dengan penggunanya melalui suara dan layar sentuh.
"Menurut saya secara sederhana, Roli itu sebuah robot yang bisa menjembatani antara dua negara yang bahasanya berbeda, dengan cara ada AI yang bisa menerjemahkan misal dari bahasa Indonesia ke bahasa Prancis. Robot itu juga bisa text to speech atau speech to text," ujar Zaky Putra Indrastata, siswa kelas 12 yang tergabung dalam tim pengembang.
STEM yang Benar-Benar "Applied"
Bagi Wilbert, salah satu anggota tim, proyek ini adalah pengalaman nyata dari integrasi STEM yang selama ini sering hanya dipelajari secara teoretis. "Kalau ini beneran contoh konkret dari STEM, karena biasanya STEM itu ada yang modelnya teoretis, tapi ini sudah applied STEM. Kita turun tangan langsung dalam sains-nya, kita bisa tahu sistem-sistem dalam sebuah alat, lalu teknologinya yang paling berperan untuk applied-nya, dan ini juga memengaruhi engineering dalam menyusun desain dan dimensi. Terakhir ada matematikanya, karena banyak hal—termasuk animasi dalam bahasa pemrograman—yang memerlukan perhitungan matematis," jelasnya.
Dari sisi teknis, ROLI ditenagai oleh model bahasa besar (GPT OSS 120B) dengan kemampuan function calling untuk memanggil video dan data budaya, serta modul suara berbasis text-to-speech dan speech-to-text. Ke depan, tim berencana mengembangkan kemampuan Retrieval-Augmented Generation (RAG) agar ROLI dapat mengakses basis data budaya yang lebih luas, bahkan dalam mode luring (offline) sepenuhnya.
Kerja Tim Lintas Bidang dan Lintas Budaya
Pengembangan ROLI menuntut sinergi antara tiga bidang: perangkat lunak, perangkat keras, dan konten kreatif—sebuah proses yang oleh Wilbert diibaratkan seperti menyusun orkestra dari berbagai modul program. "Sangat penting, karena kalau saya disuruh mengerjakan semuanya sendiri, sangat sulit. Dari segi desain saya benar-benar kurang bisa, jadi butuh peran teamwork yang besar—mulai dari tim konten, tim hardware yang menyusun dimensi, sampai tim software yang mengorkestrasi banyak modul kode supaya jadi satu sistem yang kohesif," ungkapnya.
Kolaborasi ini juga membuka ruang pertukaran budaya secara langsung. Pendampingan dari Louis, mahasiswa asal Prancis dengan latar belakang elektronika, memberi warna tersendiri bagi para siswa. "Sangat penting, karena Mas Louis bisa jadi semacam konselor—misalnya menjelaskan cara merangkai, fungsi adaptor, dan apa saja yang harus dihindari. Itu sangat membantu karena ilmu itu belum pernah saya dapatkan sebelumnya," kata Zaky. Wilbert pun mengaku pengalaman ini melatih kepercayaan dirinya dalam berkomunikasi. "Jujur belum pernah ketemu orang Prancis langsung. Ini membantu sosialisasi dan mendukung skill komunikasi juga."
Dari Robotika Menuju Kepedulian Budaya
Menariknya, semangat siswa tidak berhenti pada aspek teknis. Wilbert berharap ROLI dapat menjadi template yang dapat direplikasi lebih luas untuk pelestarian budaya dan mempererat hubungan antarbangsa. "Semoga robot yang dapat menjelaskan budaya ini bisa membantu melestarikan budaya dan menghubungkan erat tali persaudaraan antarbangsa," ujarnya, sembari membayangkan ROLI suatu saat dapat digunakan dalam kampanye kebudayaan maupun dijembatani ke ranah pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus.
Zaky menambahkan harapannya agar kolaborasi dengan Lycée Clément Ader dapat terus berjalan lancar. "Semoga hasil akhirnya bagus dari segi fungsi maupun tampilan, dan kita bisa saling tukar budaya dari Indonesia ke Prancis maupun sebaliknya, serta bisa saling mengerti bahasa masing-masing karena dibantu oleh RoboLingua ini."
Tentang Program RoboLingua
RoboLingua merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) skema Penugasan Guru Besar dan Dosen Struktural UNY tahun 2026, diusulkan oleh tim dosen Program Studi Linguistik Terapan (S2) yang diketuai oleh Dr. Yeni Artanti, S.Pd., M.Hum., bersama Dr. Ari Nurhayati, S.S., M.Hum., Dr. Andy Bayu Nugroho, S.S., M.Hum., Vita Kusumaningtyas, M.Pd., dan Hilda Dian Nova Novitasari, S.Pd., M.Pd., beserta delapan mahasiswa pendamping dari berbagai program studi.
Program ini menyasar SDG ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), dengan pendekatan active learning dan translanguaging terkontrol untuk memastikan partisipasi yang setara bagi seluruh peserta didik dalam kolaborasi STEM–robotik lintas budaya. Kegiatan berlangsung antara Februari–Oktober 2026, melibatkan SMA Negeri 3 Yogyakarta dan Lycée Clément Ader di Tournan-en-Brie, Prancis, dengan luaran berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI), publikasi ilmiah, serta Implementation Agreement antara UNY, SMA Negeri 3 Yogyakarta, dan Lycée Clément Ader.
Lewat tangan-tangan muda yang merangkainya, ROLI bukan hanya sebuah proyek robotika—ia adalah wajah nyata dari bagaimana bahasa, teknologi, dan budaya dapat berjalan beriringan, mempertemukan Yogyakarta dan Prancis dalam satu sistem yang berbicara dua bahasa sekaligus.
Ditulis oleh Tim RoboLingua, Program Studi Linguistik Terapan (S2), Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta.
CONTACT US
Copyright © 2026,





